Berita Berkat Kolaborasi PMI Jaksel Dan Pemprov DKI Jakarta, Kini Bapak Mardani Warga Pejaten Barat Memiliki Rumah Layak dan Nyaman
05/05/2026
JAKARTA SELATAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Kelurahan Pejaten Barat melaksanakan renovasi rumah warga milik Bapak Mardani yang berlokasi di Gang Palem, RT 005/RW 007, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu (5/5)
Pembangunan dimulai pada 18 Februari 2026 dan selesai hingga diresmikan pada 5 April 2026 oleh Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M. Anwar.
Dalam sambutannya, M. Anwar menyampaikan bahwa sebelumnya rumah yang dibangun ini terlihat kumuh, tidak layak huni dan ditambah posisi rumah berada diantara kandang hewan ternak ini telah melalui beberapa proses koordinasi yang baik, antara pemerintah setempat, PMI dan warga. merupakan hasil nyata dari kepedulian masyarakat Jakarta Selatan melalui Bulan Dana PMI.
“Inilah hasil dari dana yang dikumpulkan oleh warga di Jakarta Selatan, yang kemudian dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui program seperti ini,” ujar M. Anwar.
Anwar berpesan, kepada pemilik rumah untuk terus merawat dan memanfaatkan rumah tersebut dengan baik. Kalau bisa jangan sampai nantinya dijual belikan, mengingat pemilik juga sudah lansia.
Anggaran pembangunan rumah berasal dari Bulan Dana PMI Tahun 2025 yang dihimpun dari partisipasi masyarakat. Mengingat untuk dana Baznas (Bazis) itu terbatas, sementara kebutuhannya luar biasa. Dari sinilah PMI Kota Jakarta Selatan hadir untuk merealisasikan program ini.
Proses pembangunan dilakukan oleh personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pejaten Barat.
Pemilik rumah, tak lain yaitu Bapak Mardani merupakan seorang kakek yang bekerja sebagai buruh serabutan dan merawat ketiga cucunya. Melalui program ini, keluarga Bapak Mardani kini memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Rumah yang dibangun merupakan rumah satu tingkat dengan konsep sederhana dan fungsional. Bangunan dilengkapi fasilitas tangga, dengan posisi kamar berada di lantai atas, sementara fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) serta dapur berada di lantai bawah. Luas bangunan tersebut sekitar 4×4 meter.
Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, Mundari, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan Rumah Tumbuh PMI yang terus diperluas di berbagai wilayah.
“Program rumah ini kami anggap sebagai Rumah Tumbuh PMI yang ke-16. Sebanyak 15 unit lainnya berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan 1 unit berada di wilayah kerja PMI Kota Jakarta Selatan,” ujar Mundari.
Ia menambahkan, kehadiran Rumah Tumbuh PMI diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan adanya Rumah Tumbuh PMI ini, penerima manfaat dapat tinggal dengan nyaman dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia Prawira, menjelaskan bahwa pada awalnya program bantuan hanya direncanakan untuk pembangunan fasilitas MCK.
“Awalnya akan dibangun MCK saja, namun setelah melihat kondisi di lapangan diputuskan untuk sekalian merenovasi rumah beserta fasilitas MCK,” jelas Yudi.
Sementara itu, pemilik rumah, Mardani mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan PMI yang sudah membuat rumahnya yang tidak layak menjadi layak, nyaman untuk dihuni dan ditempati.
“Alhamdulillah saya dan cucu-cucu saya sudah nyaman tinggal di sini, tidur atau beristirahat pun jadi enak,” tandasnya.
Melalui kolaborasi antara PMI Kota Jakarta Selatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta dukungan masyarakat, program ini diharapkan menjadi contoh nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu warga yang membutuhkan hunian layak.(aby-js)
Pembangunan dimulai pada 18 Februari 2026 dan selesai hingga diresmikan pada 5 April 2026 oleh Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M. Anwar.
Dalam sambutannya, M. Anwar menyampaikan bahwa sebelumnya rumah yang dibangun ini terlihat kumuh, tidak layak huni dan ditambah posisi rumah berada diantara kandang hewan ternak ini telah melalui beberapa proses koordinasi yang baik, antara pemerintah setempat, PMI dan warga. merupakan hasil nyata dari kepedulian masyarakat Jakarta Selatan melalui Bulan Dana PMI.
“Inilah hasil dari dana yang dikumpulkan oleh warga di Jakarta Selatan, yang kemudian dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui program seperti ini,” ujar M. Anwar.
Anwar berpesan, kepada pemilik rumah untuk terus merawat dan memanfaatkan rumah tersebut dengan baik. Kalau bisa jangan sampai nantinya dijual belikan, mengingat pemilik juga sudah lansia.
Anggaran pembangunan rumah berasal dari Bulan Dana PMI Tahun 2025 yang dihimpun dari partisipasi masyarakat. Mengingat untuk dana Baznas (Bazis) itu terbatas, sementara kebutuhannya luar biasa. Dari sinilah PMI Kota Jakarta Selatan hadir untuk merealisasikan program ini.
Proses pembangunan dilakukan oleh personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pejaten Barat.
Pemilik rumah, tak lain yaitu Bapak Mardani merupakan seorang kakek yang bekerja sebagai buruh serabutan dan merawat ketiga cucunya. Melalui program ini, keluarga Bapak Mardani kini memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Rumah yang dibangun merupakan rumah satu tingkat dengan konsep sederhana dan fungsional. Bangunan dilengkapi fasilitas tangga, dengan posisi kamar berada di lantai atas, sementara fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) serta dapur berada di lantai bawah. Luas bangunan tersebut sekitar 4×4 meter.
Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, Mundari, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan Rumah Tumbuh PMI yang terus diperluas di berbagai wilayah.
“Program rumah ini kami anggap sebagai Rumah Tumbuh PMI yang ke-16. Sebanyak 15 unit lainnya berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan 1 unit berada di wilayah kerja PMI Kota Jakarta Selatan,” ujar Mundari.
Ia menambahkan, kehadiran Rumah Tumbuh PMI diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan adanya Rumah Tumbuh PMI ini, penerima manfaat dapat tinggal dengan nyaman dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia Prawira, menjelaskan bahwa pada awalnya program bantuan hanya direncanakan untuk pembangunan fasilitas MCK.
“Awalnya akan dibangun MCK saja, namun setelah melihat kondisi di lapangan diputuskan untuk sekalian merenovasi rumah beserta fasilitas MCK,” jelas Yudi.
Sementara itu, pemilik rumah, Mardani mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan PMI yang sudah membuat rumahnya yang tidak layak menjadi layak, nyaman untuk dihuni dan ditempati.
“Alhamdulillah saya dan cucu-cucu saya sudah nyaman tinggal di sini, tidur atau beristirahat pun jadi enak,” tandasnya.
Melalui kolaborasi antara PMI Kota Jakarta Selatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta dukungan masyarakat, program ini diharapkan menjadi contoh nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu warga yang membutuhkan hunian layak.(aby-js)