Berita PMI DKI Jakarta dan PMI Jakarta Pusat Siaga Tangani Korban Kebakaran di Kemayoran
02/06/2026
Jakarta Pusat, 2 Juni 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta bersama PMI Kota Jakarta Pusat terus melakukan pelayanan kemanusiaan bagi warga terdampak kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.
Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB tersebut menghanguskan permukiman warga di sejumlah RT yang berada di RW 004 dan RW 005. Hingga Selasa dini hari (2/6/2026) pukul 01.20 WIB, tim PMI masih berada di lokasi untuk melaksanakan pelayanan pertolongan pertama, siaga ambulans, serta melakukan asesmen dampak kejadian.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 330 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 620 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Namun demikian, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat memperkirakan jumlah warga terdampak sementara mencapai sekitar 1.000 jiwa sambil menunggu proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut.
Sebanyak 8 orang korban mengalami luka ringan, mayoritas akibat gangguan pernapasan karena menghirup asap kebakaran. Beberapa korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke Rumah Sakit Hermina untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, proses pemadaman telah memasuki tahap pendinginan yang dilakukan oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar). Sementara itu, warga terdampak untuk sementara ditempatkan di lokasi pengungsian yang berada di lapangan belakang area kebakaran, tepatnya di samping Apartemen Kemayoran.
Dalam operasi kemanusiaan ini, PMI DKI Jakarta mengerahkan 1 unit ambulans dan 2 personel, sedangkan PMI Kota Jakarta Pusat mengerahkan 17 personel, terdiri dari pengurus, staf, dan relawan. Selain itu juga dikerahkan 1 unit ambulans, 2 unit Motor Unit Reaksi Cepat (URC), serta 1 unit kendaraan logistik.
Secara keseluruhan, PMI menurunkan 19 personel, 2 unit ambulans, 2 unit Motor URC, dan 1 unit kendaraan logistik untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Sebagai bagian dari upaya penanganan darurat, PMI Kota Jakarta Pusat telah mendirikan 1 tenda pengungsian dan 1 tenda posko kerucut di lokasi kejadian. Pada hari berikutnya, PMI juga merencanakan penambahan 1 unit tenda pengungsian, distribusi bantuan kemanusiaan, serta penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
PMI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Damkar, serta unsur terkait lainnya guna memastikan kebutuhan dasar dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik selama masa tanggap darurat berlangsung.(bp)
Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB tersebut menghanguskan permukiman warga di sejumlah RT yang berada di RW 004 dan RW 005. Hingga Selasa dini hari (2/6/2026) pukul 01.20 WIB, tim PMI masih berada di lokasi untuk melaksanakan pelayanan pertolongan pertama, siaga ambulans, serta melakukan asesmen dampak kejadian.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 330 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 620 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Namun demikian, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat memperkirakan jumlah warga terdampak sementara mencapai sekitar 1.000 jiwa sambil menunggu proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut.
Sebanyak 8 orang korban mengalami luka ringan, mayoritas akibat gangguan pernapasan karena menghirup asap kebakaran. Beberapa korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke Rumah Sakit Hermina untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, proses pemadaman telah memasuki tahap pendinginan yang dilakukan oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar). Sementara itu, warga terdampak untuk sementara ditempatkan di lokasi pengungsian yang berada di lapangan belakang area kebakaran, tepatnya di samping Apartemen Kemayoran.
Dalam operasi kemanusiaan ini, PMI DKI Jakarta mengerahkan 1 unit ambulans dan 2 personel, sedangkan PMI Kota Jakarta Pusat mengerahkan 17 personel, terdiri dari pengurus, staf, dan relawan. Selain itu juga dikerahkan 1 unit ambulans, 2 unit Motor Unit Reaksi Cepat (URC), serta 1 unit kendaraan logistik.
Secara keseluruhan, PMI menurunkan 19 personel, 2 unit ambulans, 2 unit Motor URC, dan 1 unit kendaraan logistik untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Sebagai bagian dari upaya penanganan darurat, PMI Kota Jakarta Pusat telah mendirikan 1 tenda pengungsian dan 1 tenda posko kerucut di lokasi kejadian. Pada hari berikutnya, PMI juga merencanakan penambahan 1 unit tenda pengungsian, distribusi bantuan kemanusiaan, serta penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
PMI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Damkar, serta unsur terkait lainnya guna memastikan kebutuhan dasar dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik selama masa tanggap darurat berlangsung.(bp)