Berita Personel PMI DKI Jakarta Ikuti Pelatihan Manajemen Informasi Untuk Mendukung Operasi Tanggap Darurat
18/06/2026
JAKARTA – Dalam rangka memperkuat kapasitas operasional Manajemen Informasi pada operasi tanggap darurat, Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan Lokalatih Manajemen Informasi bagi personel PMI dari berbagai tingkatan.
Kegiatan berlangsung pada 1–7 Juni 2026 ini dilaksanakan di Cityloog Hotel Tebet, Jalan Dr. Saharjo No. 191, Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari unsur Markas Pusat PMI, PMI Provinsi, serta PMI Kabupaten/Kota yang sebelumnya pernah terlibat dalam operasi tanggap darurat PMI.
Dalam operasi tanggap darurat, Manajemen Informasi memiliki peran penting dalam membangun fondasi data dan informasi yang akan digunakan untuk mendukung penyusunan rencana operasi, penentuan prioritas intervensi, koordinasi lintas sektor, serta pembaruan situasi secara berkala.
Salah satu peserta dari PMI Provinsi DKI Jakarta, Bimo Apriwibowo, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk mendukung pengelolaan informasi dalam operasi kemanusiaan.
“Selama pelatihan kami mempelajari berbagai materi seperti Power BI, QGIS, pembuatan Rencana Operasi (Renops), Situation Report (Sitrep), pengelolaan data menggunakan GitHub dan Microsoft Teams, serta pendalaman Microsoft Excel. GitHub, merupakan platform berbasis web yang memungkinkan pengguna menyimpan, mengelola, dan berbagi data maupun kode program secara daring melalui repository yang dapat diakses oleh banyak pengguna sesuai kebutuhan,” kata Bimo Apriwibowo.
Ia menambahkan, sebelum pelatihan dimulai juga ada pre-training yang membantu peserta mengulang kembali materi dasar sehingga lebih mudah memahami skenario yang diberikan.
Menurutnya, pelatihan ini sangat berguna bagi petugas Posko, Bidang Penanggulangan Bencana, Bidang Pelayanan Kesehatan, maupun bidang lainnya di PMI.
“Dengan sistem manajemen informasi yang tertata, proses pengelolaan data dan pelaporan dapat berjalan lebih efektif, terutama saat menghadapi masa tanggap darurat bencana,” tambahnya.
Melalui lokalatih ini, PMI berharap dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang Manajemen Informasi sehingga mampu mendukung pelaksanaan operasi tanggap darurat yang lebih efektif, terkoordinasi, dan berbasis data.(b26)
Kegiatan berlangsung pada 1–7 Juni 2026 ini dilaksanakan di Cityloog Hotel Tebet, Jalan Dr. Saharjo No. 191, Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari unsur Markas Pusat PMI, PMI Provinsi, serta PMI Kabupaten/Kota yang sebelumnya pernah terlibat dalam operasi tanggap darurat PMI.
Dalam operasi tanggap darurat, Manajemen Informasi memiliki peran penting dalam membangun fondasi data dan informasi yang akan digunakan untuk mendukung penyusunan rencana operasi, penentuan prioritas intervensi, koordinasi lintas sektor, serta pembaruan situasi secara berkala.
Salah satu peserta dari PMI Provinsi DKI Jakarta, Bimo Apriwibowo, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk mendukung pengelolaan informasi dalam operasi kemanusiaan.
“Selama pelatihan kami mempelajari berbagai materi seperti Power BI, QGIS, pembuatan Rencana Operasi (Renops), Situation Report (Sitrep), pengelolaan data menggunakan GitHub dan Microsoft Teams, serta pendalaman Microsoft Excel. GitHub, merupakan platform berbasis web yang memungkinkan pengguna menyimpan, mengelola, dan berbagi data maupun kode program secara daring melalui repository yang dapat diakses oleh banyak pengguna sesuai kebutuhan,” kata Bimo Apriwibowo.
Ia menambahkan, sebelum pelatihan dimulai juga ada pre-training yang membantu peserta mengulang kembali materi dasar sehingga lebih mudah memahami skenario yang diberikan.
Menurutnya, pelatihan ini sangat berguna bagi petugas Posko, Bidang Penanggulangan Bencana, Bidang Pelayanan Kesehatan, maupun bidang lainnya di PMI.
“Dengan sistem manajemen informasi yang tertata, proses pengelolaan data dan pelaporan dapat berjalan lebih efektif, terutama saat menghadapi masa tanggap darurat bencana,” tambahnya.
Melalui lokalatih ini, PMI berharap dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang Manajemen Informasi sehingga mampu mendukung pelaksanaan operasi tanggap darurat yang lebih efektif, terkoordinasi, dan berbasis data.(b26)