Berita Melalui Jumtek, PMI Jakpus Siapkan PMR Menjadi Garda Terdepan Dalam Aksi Kemanusiaan
24/06/2026
JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat menggelar kegiatan Jumpa Bakti Gembira dan Temu Karya Relawan (Jumtek) tahun 2026 pada tanggal 23–25 Juni 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.
Tahun ini, kegiatan Jumtek mengusung tema yang sangat krusial dimasa kini yakni “Relawan Responsif, Berkemampuan dan Bersinergi di Era Diigital”. Melalui tema tersebut, PMI Kota Jakarta Pusat berkomitmen mencetak generasi kemanusiaan yang tidak hanya tanggap dilapangan, melainkan juga cakap dalam memanfaatkan teknologi informasi demi efektivitas operasi kemanusiaan modern.
Usai membuka kegiatan Jumtek, Arifin mengatakan bahwa Palang Merah Remaja (PMR) merupakan wadah bagi para pelajar untuk menumbuhkan semangat kerelawanan dan kepedulian terhadap sesama melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
“PMR mengajarkan kerelaan untuk menolong orang lain. Karena itu, di sekolah-sekolah terdapat jenjang PMR mulai dari PMR Mula di tingkat SD, PMR Madya di tingkat SMP, hingga PMR Wira di tingkat SMA,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Jumtek ini nerupakan wadah bagi anggota PMR dari berbagai sekolah di Jakarta Pusat untuk saling mengenal, belajar, dan berbagi pengalaman. Tadi disampaikan oleh Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, Asep Djuanda bahwa jumlah peserta Jumtek pada tahun ini mencapai lebih dari 1.725 orang.
Ia menambahkan, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kota Jakarta Pusat dengan berbagai perangkat daerah yang turut mendukung pelaksanaannya.
Kegiatan positif seperti Jumtek diharapkan sebagai sarana pembinaan karakter bagi generasi muda sekaligus mengurangi berbagai perilaku negatif seperti tawuran, perundungan, pembulian dan sebagainya.
“Saya merasa senang dan bersyukur karena dalam kegiatan Jumtek ini, peserta dari adik-adik PMR tidak dipungut biaya dan semua difasilitasi dengan baik. Ini memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak-anak kita, baik yang berasal dari keluarga mampu maupun kurang mampu, untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan Jumtek ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada PMI Kota Jakarta Pusat dimana pada hari ini telah menggelar kegiatan Jumtek.
Kegiatan ini merupakan ajang untuk meningkatkan keterampilan bagi anggota PMR dan relawan dalam pembuatan tandu darurat, menolong korban serta keterampilan lainnya.
Tak cukup sampai disitu, mereka juga saling berkenalan bersama anak PMR dari tiap-tiap sekolah, PMR juga memiliki satu slogan yakni, mereka itu harus menyebar, harus berkenalan dengan sesama temannya bukan hanya di tingkat Jakarta Pusat, DKI bahkan ke tingkat internasional.(b26)
Tahun ini, kegiatan Jumtek mengusung tema yang sangat krusial dimasa kini yakni “Relawan Responsif, Berkemampuan dan Bersinergi di Era Diigital”. Melalui tema tersebut, PMI Kota Jakarta Pusat berkomitmen mencetak generasi kemanusiaan yang tidak hanya tanggap dilapangan, melainkan juga cakap dalam memanfaatkan teknologi informasi demi efektivitas operasi kemanusiaan modern.
Usai membuka kegiatan Jumtek, Arifin mengatakan bahwa Palang Merah Remaja (PMR) merupakan wadah bagi para pelajar untuk menumbuhkan semangat kerelawanan dan kepedulian terhadap sesama melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
“PMR mengajarkan kerelaan untuk menolong orang lain. Karena itu, di sekolah-sekolah terdapat jenjang PMR mulai dari PMR Mula di tingkat SD, PMR Madya di tingkat SMP, hingga PMR Wira di tingkat SMA,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Jumtek ini nerupakan wadah bagi anggota PMR dari berbagai sekolah di Jakarta Pusat untuk saling mengenal, belajar, dan berbagi pengalaman. Tadi disampaikan oleh Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, Asep Djuanda bahwa jumlah peserta Jumtek pada tahun ini mencapai lebih dari 1.725 orang.
Ia menambahkan, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kota Jakarta Pusat dengan berbagai perangkat daerah yang turut mendukung pelaksanaannya.
Kegiatan positif seperti Jumtek diharapkan sebagai sarana pembinaan karakter bagi generasi muda sekaligus mengurangi berbagai perilaku negatif seperti tawuran, perundungan, pembulian dan sebagainya.
“Saya merasa senang dan bersyukur karena dalam kegiatan Jumtek ini, peserta dari adik-adik PMR tidak dipungut biaya dan semua difasilitasi dengan baik. Ini memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak-anak kita, baik yang berasal dari keluarga mampu maupun kurang mampu, untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan Jumtek ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada PMI Kota Jakarta Pusat dimana pada hari ini telah menggelar kegiatan Jumtek.
Kegiatan ini merupakan ajang untuk meningkatkan keterampilan bagi anggota PMR dan relawan dalam pembuatan tandu darurat, menolong korban serta keterampilan lainnya.
Tak cukup sampai disitu, mereka juga saling berkenalan bersama anak PMR dari tiap-tiap sekolah, PMR juga memiliki satu slogan yakni, mereka itu harus menyebar, harus berkenalan dengan sesama temannya bukan hanya di tingkat Jakarta Pusat, DKI bahkan ke tingkat internasional.(b26)