Berita Perkuat Pencegahan DBD, PMI Jaksel Gelar Sosialisasi Pengendalian KLB dan SBM
10/07/2026
JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan menggelar Sosialisasi Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue (DBD).
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, Mundari didampingi Kepala Subdivisi Kesehatan Masyarakat PMI Pusat, Nurista Agres Triana dan Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial, dan Rumah Sakit PMI Provinsi DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi di Ruang Aula lantai 3 (tiga) Markas PMI Kota Jakarta Selatan, Jalan Raya Condet Pejaten Pasar Minggu – Jakarta Selatan. Selasa (7/7).
Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi antara PMI dengan Suku Dinas Kesehatan serta didukung oleh Takeda dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial, dan Rumah Sakit PMI Provinsi DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, dukungan Takeda sebagai mitra non Pemerintah merupakan wujud kepedulian terhadap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Indonesia.
"Kami dari PMI Provinsi DKI Jakarta menyambut baik pelaksanaan program ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," kata dr. Sibrohmalisi.
Selama ini berbagai upaya pencegahan penyakit telah dilakukan oleh puskesmas, Suku Dinas Kesehatan, maupun para kader Jumantik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
Materi yang nanti disampaikan dalam kegiatan ini mungkin sudah dikenal oleh petugas Jumantik maupun tenaga puskesmas. Namun, yang terpenting adalah bagaimana pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga manfaatnya semakin luas.
"Kami berharap seluruh peserta yang hadir hari ini dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan penyakit dan bersama-sama kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Subdivisi Kesehatan Masyarakat PMI Pusat, Nurista Agres Triana mengak menghadiri pembukaan kegiatan Sosialisasi Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) yang diselenggarakan oleh PMI Kota Jakarta Selatan.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari unsur relawan SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), kader, serta perwakilan dari Kelurahan Pengadegan dan Kelurahan Pejaten Timur.
Nurista menjelaskan, program ini berfokus pada upaya mencegah dan menurunkan angka kesakitan serta kematian akibat demam berdarah, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan kawasan daerah aliran sungai.
“Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga tahun, hingga tahun 2028, dengan tujuan memperkuat kapasitas masyarakat, relawan, dan PMI dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta pengendalian penyakit demam berdarah secara berkelanjutan,” jelas Rista.
Adapun wilayah pelaksanaan program meliputi dua kota administrasi, yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
“Melalui kegiatan ini, para peserta nantinya akan dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) serta penyakit tular nyamuk lainnya,” imbuhnya.(b26)
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, Mundari didampingi Kepala Subdivisi Kesehatan Masyarakat PMI Pusat, Nurista Agres Triana dan Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial, dan Rumah Sakit PMI Provinsi DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi di Ruang Aula lantai 3 (tiga) Markas PMI Kota Jakarta Selatan, Jalan Raya Condet Pejaten Pasar Minggu – Jakarta Selatan. Selasa (7/7).
Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi antara PMI dengan Suku Dinas Kesehatan serta didukung oleh Takeda dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial, dan Rumah Sakit PMI Provinsi DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, dukungan Takeda sebagai mitra non Pemerintah merupakan wujud kepedulian terhadap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Indonesia.
"Kami dari PMI Provinsi DKI Jakarta menyambut baik pelaksanaan program ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," kata dr. Sibrohmalisi.
Selama ini berbagai upaya pencegahan penyakit telah dilakukan oleh puskesmas, Suku Dinas Kesehatan, maupun para kader Jumantik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
Materi yang nanti disampaikan dalam kegiatan ini mungkin sudah dikenal oleh petugas Jumantik maupun tenaga puskesmas. Namun, yang terpenting adalah bagaimana pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga manfaatnya semakin luas.
"Kami berharap seluruh peserta yang hadir hari ini dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan penyakit dan bersama-sama kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Subdivisi Kesehatan Masyarakat PMI Pusat, Nurista Agres Triana mengak menghadiri pembukaan kegiatan Sosialisasi Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) yang diselenggarakan oleh PMI Kota Jakarta Selatan.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari unsur relawan SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), kader, serta perwakilan dari Kelurahan Pengadegan dan Kelurahan Pejaten Timur.
Nurista menjelaskan, program ini berfokus pada upaya mencegah dan menurunkan angka kesakitan serta kematian akibat demam berdarah, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan kawasan daerah aliran sungai.
“Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga tahun, hingga tahun 2028, dengan tujuan memperkuat kapasitas masyarakat, relawan, dan PMI dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta pengendalian penyakit demam berdarah secara berkelanjutan,” jelas Rista.
Adapun wilayah pelaksanaan program meliputi dua kota administrasi, yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
“Melalui kegiatan ini, para peserta nantinya akan dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) serta penyakit tular nyamuk lainnya,” imbuhnya.(b26)