Berita Ketua PMI Kota Jakarta Barat Tutup Pelatihan Guru Pembina PMR Tahun 2026
24/07/2026
JAKARTA - PMI Kota Jakarta Barat secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Guru Pembina PMR yang telah berlangsung selama 3 hari. Kegiatan ini ditutup langsung oleh Ketua PMI Kota Jakarta Barat, R.M. Amien Haji. Kamis (23/7)
Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembinaan PMR di sekolah, penanganan masalah kesehatan, serta pemberian pertolongan pertama.
Beliau juga berharap bagi sekolah yang belum memiliki kegiatan PMR agar segera membentuk PMR di sekolahnya, dan bagi sekolah yang sudah memiliki PMR dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan PMR agar lebih aktif, terampil, dan siap membantu sesama.
Terima kasih kepada seluruh guru pembina yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal dalam mencetak generasi muda yang berjiwa kemanusiaan dan siap siaga.
Salah seorang peserta pelatihan dari PMR MTS Nurul Huda, Nasuki merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Pembina PMR yang diselenggarakan oleh PMI Kota Jakarta Barat selama tiga hari ini.
Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan pemahaman kami tentang pembinaan PMR, pertolongan pertama, dan penanganan masalah kesehatan di lingkungan sekolah.
“Para narasumber menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dipahami, sehingga kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat langsung diterapkan. Pelatihan ini juga memberikan motivasi bagi kami untuk lebih aktif mengembangkan kegiatan PMR di sekolah masing-masing,” ucap Nasuki.
Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, agar kualitas Guru Pembina PMR semakin meningkat dan mampu mencetak anggota PMR yang terampil, disiplin, serta memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.
“Terima kasih kepada PMI Kota Jakarta Barat atas kesempatan dan ilmu yang sangat berharga ini,” imbuhnya.(ridwan)
Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembinaan PMR di sekolah, penanganan masalah kesehatan, serta pemberian pertolongan pertama.
Beliau juga berharap bagi sekolah yang belum memiliki kegiatan PMR agar segera membentuk PMR di sekolahnya, dan bagi sekolah yang sudah memiliki PMR dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan PMR agar lebih aktif, terampil, dan siap membantu sesama.
Terima kasih kepada seluruh guru pembina yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal dalam mencetak generasi muda yang berjiwa kemanusiaan dan siap siaga.
Salah seorang peserta pelatihan dari PMR MTS Nurul Huda, Nasuki merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Pembina PMR yang diselenggarakan oleh PMI Kota Jakarta Barat selama tiga hari ini.
Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan pemahaman kami tentang pembinaan PMR, pertolongan pertama, dan penanganan masalah kesehatan di lingkungan sekolah.
“Para narasumber menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dipahami, sehingga kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat langsung diterapkan. Pelatihan ini juga memberikan motivasi bagi kami untuk lebih aktif mengembangkan kegiatan PMR di sekolah masing-masing,” ucap Nasuki.
Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, agar kualitas Guru Pembina PMR semakin meningkat dan mampu mencetak anggota PMR yang terampil, disiplin, serta memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.
“Terima kasih kepada PMI Kota Jakarta Barat atas kesempatan dan ilmu yang sangat berharga ini,” imbuhnya.(ridwan)