Berita PMI Jakarta Utara Gelar Seleksi Calon Peserta Pertukaran Pelajar ke Jepang
08/08/2026
JAKARTA UTARA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara menggelar seleksi calon peserta kegiatan pertukaran pelajar ke Jepang yang akan mewakili Jakarta Utara dan diusulkan sebagai delegasi Indonesia. Kegiatan seleksi berlangsung selama satu hari di Markas PMI Kota Jakarta Utara, Sabtu (8/8).
Seleksi tersebut diikuti oleh 44 anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Jakarta Utara. Peserta terdiri dari 23 anggota PMR tingkat Madya dari jenjang SMP/sederajat dan 21 anggota PMR tingkat Wira dari jenjang SMA/sederajat. Masing-masing sekolah mengirimkan satu orang perwakilan untuk mengikuti tahapan seleksi.
Ketua Bidang Organisasi dan Relawan PMI Kota Jakarta Utara, Troy Aldi Pratama, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tahap awal untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mengikuti seleksi tahap final.
“Hari ini kami telah melaksanakan seleksi tahap awal bagi adik-adik PMR tingkat Madya dan Wira se-Jakarta Utara. Nantinya peserta yang lulus di tahap final akan menjadi delegasi yang akan kami usulkan ke PMI DKI Jakarta menjadi kontingen perwakilan PMR Indonesia yang akan melaksanakan kegiatan pertukaran pelajar antara Indonesia dengan Jepang,” ujar Troy.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang merata bagi anggota PMR dari berbagai sekolah untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman, serta wawasan internasional.
Troy juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi PMI dalam mengembalikan manfaat Bulan Dana PMI kepada masyarakat melalui berbagai program, termasuk program pertukaran pelajar.
“Semoga kegiatan ini memberikan satu kesempatan secara merata kepada semua pihak, terutama sekolah di tingkat SMP sederajat dan SMA sederajat. Ini adalah salah satu bagian kontribusi dari Bulan Dana yang kita terima dari masyarakat dan kita kembalikan lagi melalui program seperti pertukaran pelajar antara Indonesia dengan Jepang,” tambahnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta, orang tua, serta pihak sekolah yang telah mendukung dan mengirimkan perwakilan PMR untuk mengikuti proses seleksi.
Peserta Antusias Ikuti Seleksi
Salah satu peserta, Alfian dari PMR MTs Negeri 5 Jakarta, mengaku bangga dapat menjadi perwakilan sekolah dalam mengikuti seleksi program pertukaran pelajar tersebut.
Keduanya menilai kegiatan seleksi memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk bertemu dengan peserta lainnya. Mereka juga mengapresiasi suasana seleksi yang dinilai menyenangkan dan para penguji yang aktif memberikan pertanyaan kepada peserta.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa tegang sebelum mengikuti seleksi, terutama ketika mempersiapkan materi dan menghadapi sesi wawancara menggunakan bahasa Inggris.
“Dari awal sebenarnya terlihat takut dan tegang, siap materi kadang buyar. Tapi sebenarnya saat di sana juri-jurinya juga enjoy, nggak gigit kok, tenang aja. Pertanyaan juga masih bisa dijangkau sama kita semua,” ungkapnya.
Ia juga mengaku sempat mengkhawatirkan kemampuan speaking English dalam proses seleksi. Namun, kekhawatiran tersebut berkurang setelah mengikuti proses seleksi.
"Kekhawatiran terbesar saya itu pada saat dites English. Tapi alhamdulillah pada saat dites speaking English itu nggak terlalu berat. Yang penting pada dasarnya kita paham apa yang sedang dibicarakan oleh juri,” katanya.
Program seleksi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan peserta terbaik yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota PMR Jakarta Utara untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, wawasan internasional, serta semangat kepalangmerahan.
Melalui kesempatan pertukaran pelajar ke Jepang, PMI Jakarta Utara berharap para peserta terpilih nantinya dapat membawa pengalaman positif, memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi anggota PMR lainnya untuk terus aktif dalam kegiatan kemanusiaan.(dayat)
Seleksi tersebut diikuti oleh 44 anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Jakarta Utara. Peserta terdiri dari 23 anggota PMR tingkat Madya dari jenjang SMP/sederajat dan 21 anggota PMR tingkat Wira dari jenjang SMA/sederajat. Masing-masing sekolah mengirimkan satu orang perwakilan untuk mengikuti tahapan seleksi.
Ketua Bidang Organisasi dan Relawan PMI Kota Jakarta Utara, Troy Aldi Pratama, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tahap awal untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mengikuti seleksi tahap final.
“Hari ini kami telah melaksanakan seleksi tahap awal bagi adik-adik PMR tingkat Madya dan Wira se-Jakarta Utara. Nantinya peserta yang lulus di tahap final akan menjadi delegasi yang akan kami usulkan ke PMI DKI Jakarta menjadi kontingen perwakilan PMR Indonesia yang akan melaksanakan kegiatan pertukaran pelajar antara Indonesia dengan Jepang,” ujar Troy.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang merata bagi anggota PMR dari berbagai sekolah untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman, serta wawasan internasional.
Troy juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi PMI dalam mengembalikan manfaat Bulan Dana PMI kepada masyarakat melalui berbagai program, termasuk program pertukaran pelajar.
“Semoga kegiatan ini memberikan satu kesempatan secara merata kepada semua pihak, terutama sekolah di tingkat SMP sederajat dan SMA sederajat. Ini adalah salah satu bagian kontribusi dari Bulan Dana yang kita terima dari masyarakat dan kita kembalikan lagi melalui program seperti pertukaran pelajar antara Indonesia dengan Jepang,” tambahnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta, orang tua, serta pihak sekolah yang telah mendukung dan mengirimkan perwakilan PMR untuk mengikuti proses seleksi.
Peserta Antusias Ikuti Seleksi
Salah satu peserta, Alfian dari PMR MTs Negeri 5 Jakarta, mengaku bangga dapat menjadi perwakilan sekolah dalam mengikuti seleksi program pertukaran pelajar tersebut.
Keduanya menilai kegiatan seleksi memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk bertemu dengan peserta lainnya. Mereka juga mengapresiasi suasana seleksi yang dinilai menyenangkan dan para penguji yang aktif memberikan pertanyaan kepada peserta.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa tegang sebelum mengikuti seleksi, terutama ketika mempersiapkan materi dan menghadapi sesi wawancara menggunakan bahasa Inggris.
“Dari awal sebenarnya terlihat takut dan tegang, siap materi kadang buyar. Tapi sebenarnya saat di sana juri-jurinya juga enjoy, nggak gigit kok, tenang aja. Pertanyaan juga masih bisa dijangkau sama kita semua,” ungkapnya.
Ia juga mengaku sempat mengkhawatirkan kemampuan speaking English dalam proses seleksi. Namun, kekhawatiran tersebut berkurang setelah mengikuti proses seleksi.
"Kekhawatiran terbesar saya itu pada saat dites English. Tapi alhamdulillah pada saat dites speaking English itu nggak terlalu berat. Yang penting pada dasarnya kita paham apa yang sedang dibicarakan oleh juri,” katanya.
Program seleksi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan peserta terbaik yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota PMR Jakarta Utara untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, wawasan internasional, serta semangat kepalangmerahan.
Melalui kesempatan pertukaran pelajar ke Jepang, PMI Jakarta Utara berharap para peserta terpilih nantinya dapat membawa pengalaman positif, memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi anggota PMR lainnya untuk terus aktif dalam kegiatan kemanusiaan.(dayat)