Berita Tembus Jalur Terisolasi, Tim Kesehatan PMI Tangani Ratusan Korban Gempa di Sengari
18/08/2026
Manggarai Timur, NTT, 2026 – Setelah sempat terhambat akibat akses jalan yang tertutup material longsor, Tim Kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI) akhirnya berhasil menjangkau wilayah Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Timur, salah satu daerah yang terdampak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores.
Kedatangan tim medis PMI disambut antusias warga yang telah berhari-hari menunggu bantuan kesehatan. Setibanya di lokasi, relawan segera mendirikan pos pelayanan kesehatan darurat dan mengoperasikan klinik lapangan di area terbuka yang menjadi titik pengungsian masyarakat.
Berdasarkan hasil pendataan awal, ratusan warga terdampak telah mendapatkan layanan kesehatan. Sebagian besar pasien mengalami luka ringan hingga sedang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, material konstruksi, maupun batuan yang longsor dari perbukitan saat gempa terjadi.
Evakuasi Udara untuk Korban Luka Berat
Dalam upaya memastikan penanganan medis berjalan optimal, tim kesehatan PMI melakukan proses triase untuk menentukan tingkat kegawatan setiap korban. Pasien dengan kondisi luka berat dan kritis segera mendapatkan tindakan medis darurat di lokasi sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan rujukan.
Karena akses darat menuju rumah sakit masih terputus akibat longsor dan kerusakan jalan, proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter. Korban luka berat diterbangkan secara bertahap menuju rumah sakit yang memiliki kapasitas penanganan lebih lengkap.
Infrastruktur Lumpuh dan Kebutuhan Dasar Mendesak
Gempa bumi yang melanda wilayah Flores pada tahun 2026 telah menimbulkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Di kawasan Sengari dan sekitarnya, dampak bencana terlihat pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Sejumlah ruas jalan antarwilayah terputus akibat longsoran tebing dan retakan tanah yang cukup besar, menghambat distribusi bantuan kemanusiaan dan mobilisasi tim penyelamat. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat hingga roboh, memaksa banyak keluarga mengungsi ke tenda-tenda darurat yang didirikan di ruang terbuka.
Selain layanan kesehatan, kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan masyarakat meliputi air bersih, makanan siap saji, selimut, perlengkapan keluarga, serta fasilitas sanitasi darurat untuk mencegah munculnya risiko penyakit di lokasi pengungsian.
Upaya Penjangkauan Wilayah Terisolasi
Hingga saat ini, PMI bersama unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai unsur kemanusiaan lainnya terus melakukan penjangkauan ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban terdampak memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan, evakuasi, serta bantuan kemanusiaan secara cepat, tepat, dan merata.
Operasi kemanusiaan masih terus berlangsung seiring proses pendataan dan penanganan dampak gempa di berbagai wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur dan sekitarnya.
Kedatangan tim medis PMI disambut antusias warga yang telah berhari-hari menunggu bantuan kesehatan. Setibanya di lokasi, relawan segera mendirikan pos pelayanan kesehatan darurat dan mengoperasikan klinik lapangan di area terbuka yang menjadi titik pengungsian masyarakat.
Berdasarkan hasil pendataan awal, ratusan warga terdampak telah mendapatkan layanan kesehatan. Sebagian besar pasien mengalami luka ringan hingga sedang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, material konstruksi, maupun batuan yang longsor dari perbukitan saat gempa terjadi.
Evakuasi Udara untuk Korban Luka Berat
Dalam upaya memastikan penanganan medis berjalan optimal, tim kesehatan PMI melakukan proses triase untuk menentukan tingkat kegawatan setiap korban. Pasien dengan kondisi luka berat dan kritis segera mendapatkan tindakan medis darurat di lokasi sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan rujukan.
Karena akses darat menuju rumah sakit masih terputus akibat longsor dan kerusakan jalan, proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter. Korban luka berat diterbangkan secara bertahap menuju rumah sakit yang memiliki kapasitas penanganan lebih lengkap.
Infrastruktur Lumpuh dan Kebutuhan Dasar Mendesak
Gempa bumi yang melanda wilayah Flores pada tahun 2026 telah menimbulkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Di kawasan Sengari dan sekitarnya, dampak bencana terlihat pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Sejumlah ruas jalan antarwilayah terputus akibat longsoran tebing dan retakan tanah yang cukup besar, menghambat distribusi bantuan kemanusiaan dan mobilisasi tim penyelamat. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat hingga roboh, memaksa banyak keluarga mengungsi ke tenda-tenda darurat yang didirikan di ruang terbuka.
Selain layanan kesehatan, kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan masyarakat meliputi air bersih, makanan siap saji, selimut, perlengkapan keluarga, serta fasilitas sanitasi darurat untuk mencegah munculnya risiko penyakit di lokasi pengungsian.
Upaya Penjangkauan Wilayah Terisolasi
Hingga saat ini, PMI bersama unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai unsur kemanusiaan lainnya terus melakukan penjangkauan ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban terdampak memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan, evakuasi, serta bantuan kemanusiaan secara cepat, tepat, dan merata.
Operasi kemanusiaan masih terus berlangsung seiring proses pendataan dan penanganan dampak gempa di berbagai wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur dan sekitarnya.