Berita Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penanganan Kebakaran, PMI Jakarta Timur Pastikan Layanan Kemanusiaan bagi 117 Penyintas
25/08/2026
JAKARTA - Penanganan kebakaran yang terjadi di Jalan Pendidikan Raya 7, RT.004 RW.014, Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur melibatkan kolaborasi berbagai unsur untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara cepat. Selasa (25/8).
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur merupakan salah satu unsur kemanusiaan yang hadir di lokasi dengan mengerahkan 1 unit ambulans dan personel untuk mendukung layanan kesehatan.
Berdasarkan informasi dari petugas PMI Kota Jakarta Timur yang bertugas dilapangan, kebakaran berdampak pada 35 kepala keluarga dan 117 jiwa yang tinggal di rumah bedeng dan gudang.
Sebanyak 39 pintu bedeng dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat. Tidak terdapat laporan penyintas meninggal dunia, hilang maupun mengalami luka-luka.
Respons di lapangan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan Pemadam Kebakaran sebanyak 15 unit, BPBD, Satpol PP, Sudinsos, TNI, PLN, Kepolisian, AGD Dinas Kesehatan, PMI, serta unsur terkait lainnya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses penanganan berjalan terpadu, mulai dari pemadaman, pengamanan lokasi, dukungan kesehatan, hingga pendataan kebutuhan masyarakat terdampak.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur Bambang Pangestu A. mengatakan bahwa penanganan kejadian darurat membutuhkan kerja sama seluruh unsur sehingga memberikan layanan cepat, tepat dan terintegrasi.
“Dalam situasi darurat, tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar keselamatan dan kebutuhan penyintas dapat ditangani dengan cepat. PMI Kota Jakarta Timur hadir untuk melengkapi upaya tersebut melalui asesmen, layanan ambulans, dukungan kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Bambang Pangestu A.
Menurutnya, asesmen yang dilakukan PMI juga memiliki manfaat penting untuk memastikan penanganan tidak berhenti pada fase kedaruratan, tetapi dapat menjadi dasar bagi dukungan kemanusiaan berikutnya.
“Dengan data yang cepat dan akurat, nantinya bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi para penyintas,” imbuhnya.
Sebanyak lima personel PMI Jakarta Timur yang dikerahkan, yakni Asep Kusna Suhartono, Fikri Dzulfiqar, Arfines Yustin, Rayan Sulaiman, dan Ilham merupakan personel yang memiliki keterampilan dibidang pertolongan pertama.
Kehadiran PMI dalam penanganan kebakaran ini menunjukkan pentingnya kolaborasi kemanusiaan lintas sektor. Ketika pemerintah, petugas penyelamat, aparat, tenaga kesehatan, dan organisasi kemanusiaan bergerak bersama, respons terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan penyintas.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan PMI Kota Jakarta Timur dapat menghubungi Posko Penanggulangan Bencana di nomor 0856 1111 832,” tuturnya.(abas)
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur merupakan salah satu unsur kemanusiaan yang hadir di lokasi dengan mengerahkan 1 unit ambulans dan personel untuk mendukung layanan kesehatan.
Berdasarkan informasi dari petugas PMI Kota Jakarta Timur yang bertugas dilapangan, kebakaran berdampak pada 35 kepala keluarga dan 117 jiwa yang tinggal di rumah bedeng dan gudang.
Sebanyak 39 pintu bedeng dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat. Tidak terdapat laporan penyintas meninggal dunia, hilang maupun mengalami luka-luka.
Respons di lapangan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan Pemadam Kebakaran sebanyak 15 unit, BPBD, Satpol PP, Sudinsos, TNI, PLN, Kepolisian, AGD Dinas Kesehatan, PMI, serta unsur terkait lainnya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses penanganan berjalan terpadu, mulai dari pemadaman, pengamanan lokasi, dukungan kesehatan, hingga pendataan kebutuhan masyarakat terdampak.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur Bambang Pangestu A. mengatakan bahwa penanganan kejadian darurat membutuhkan kerja sama seluruh unsur sehingga memberikan layanan cepat, tepat dan terintegrasi.
“Dalam situasi darurat, tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar keselamatan dan kebutuhan penyintas dapat ditangani dengan cepat. PMI Kota Jakarta Timur hadir untuk melengkapi upaya tersebut melalui asesmen, layanan ambulans, dukungan kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Bambang Pangestu A.
Menurutnya, asesmen yang dilakukan PMI juga memiliki manfaat penting untuk memastikan penanganan tidak berhenti pada fase kedaruratan, tetapi dapat menjadi dasar bagi dukungan kemanusiaan berikutnya.
“Dengan data yang cepat dan akurat, nantinya bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi para penyintas,” imbuhnya.
Sebanyak lima personel PMI Jakarta Timur yang dikerahkan, yakni Asep Kusna Suhartono, Fikri Dzulfiqar, Arfines Yustin, Rayan Sulaiman, dan Ilham merupakan personel yang memiliki keterampilan dibidang pertolongan pertama.
Kehadiran PMI dalam penanganan kebakaran ini menunjukkan pentingnya kolaborasi kemanusiaan lintas sektor. Ketika pemerintah, petugas penyelamat, aparat, tenaga kesehatan, dan organisasi kemanusiaan bergerak bersama, respons terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan penyintas.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan PMI Kota Jakarta Timur dapat menghubungi Posko Penanggulangan Bencana di nomor 0856 1111 832,” tuturnya.(abas)