Berita Grebek PSN MDPP Dorong Warga Jakarta Timur Perkuat Pencegahan DBD Dari Lingkungan Rumah
26/08/2026
Jakarta Timur – Upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), terus diperkuat melalui kegiatan Grebek Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam program Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP) yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Jakarta Timur. Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, dan unsur kewilayahan untuk membangun budaya hidup bersih serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan sejak dari lingkungan rumah.
Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan di beberapa wilayah dengan melibatkan kader Jumantik, Puskesmas, Dasa Wisma, pengurus RT/RW, warga, serta unsur pemerintahan setempat. Selain melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di rumah-rumah warga, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk penguatan kapasitas kader, peserta yang telah mengikuti pelatihan MDPP menerima perlengkapan pendukung berupa raket nyamuk, rompi, dan kartu identitas (ID Card). Rompi dan ID Card berfungsi sebagai identitas resmi kader saat melaksanakan kegiatan di lapangan, sedangkan raket nyamuk menjadi salah satu sarana pendukung dalam pengendalian nyamuk di lingkungan masyarakat.
Salah satu kegiatan Grebek PSN dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, di RW 05 Kelurahan Balekambang. Kegiatan tersebut melibatkan kader Jumantik, Puskesmas Kelurahan Balekambang, Dasa Wisma, warga, dan unsur kewilayahan setempat.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sosialisasi mengenai penerapan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, warga juga diedukasi mengenai langkah-langkah tambahan (Plus), seperti menggunakan larvasida (abate), memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan losion antinyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah. Pesan-pesan tersebut diperkuat melalui pemasangan poster dan spanduk edukasi di lingkungan warga.
Pada hari yang sama, kegiatan Grebek PSN juga berlangsung di RW 06 Kelurahan Pekayon mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan difokuskan pada pemeriksaan rumah-rumah warga dan pembersihan lingkungan sebagai upaya mengurangi potensi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Rangkaian kegiatan berlanjut di RW 07 Kelurahan Pekayon selama Agustus 2026. Selain pemeriksaan jentik, kegiatan juga diisi dengan penyampaian edukasi melalui poster dan spanduk mengenai pentingnya penerapan 3M Plus secara konsisten di lingkungan tempat tinggal.
Kader Jumantik menjadi bagian penting dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Pemeriksaan jentik dilakukan pada berbagai tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi, ember, talang air, vas bunga, dan wadah penampungan air lainnya. Kegiatan ini sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin dan tidak hanya pada saat pelaksanaan Grebek PSN.
Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, program MDPP tidak hanya berfokus pada kegiatan pemeriksaan dan sosialisasi, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri sebagai langkah pencegahan penyakit yang berkelanjutan.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu A., S.E., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit yang ditularkan melalui nyamuk sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.
"Yang paling penting bukan hanya kegiatan Grebek PSN-nya, tetapi apa yang dilakukan masyarakat setelah kegiatan selesai. Ketika warga mulai terbiasa memeriksa tempat penampungan air, membersihkan lingkungan, dan menerapkan 3M Plus, di situlah upaya pencegahan benar-benar berjalan," ujar Bambang Pangestu A.
Menurutnya, kader Jumantik bersama unsur masyarakat memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga.
"Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan. Poster dan spanduk menjadi pengingat, pemeriksaan jentik menjadi langkah awal untuk melihat kondisi lingkungan, namun perubahan terbesar terjadi ketika seluruh warga bersama-sama menjaga lingkungannya setiap hari," tambahnya.
Melalui program Grebek PSN MDPP, PMI Kota Jakarta Timur bersama para mitra berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk semakin meningkat. Kolaborasi antara warga, kader Jumantik, tenaga kesehatan, Dasa Wisma, dan unsur kewilayahan diharapkan mampu menjadikan penerapan 3M Plus sebagai bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Karena lingkungan yang sehat bukan hanya tercipta melalui satu kegiatan, melainkan dari kebiasaan baik yang dilakukan secara bersama, berkelanjutan, dan dimulai dari rumah masing-masing.(opi/akbar)
Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan di beberapa wilayah dengan melibatkan kader Jumantik, Puskesmas, Dasa Wisma, pengurus RT/RW, warga, serta unsur pemerintahan setempat. Selain melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di rumah-rumah warga, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk penguatan kapasitas kader, peserta yang telah mengikuti pelatihan MDPP menerima perlengkapan pendukung berupa raket nyamuk, rompi, dan kartu identitas (ID Card). Rompi dan ID Card berfungsi sebagai identitas resmi kader saat melaksanakan kegiatan di lapangan, sedangkan raket nyamuk menjadi salah satu sarana pendukung dalam pengendalian nyamuk di lingkungan masyarakat.
Salah satu kegiatan Grebek PSN dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, di RW 05 Kelurahan Balekambang. Kegiatan tersebut melibatkan kader Jumantik, Puskesmas Kelurahan Balekambang, Dasa Wisma, warga, dan unsur kewilayahan setempat.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sosialisasi mengenai penerapan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, warga juga diedukasi mengenai langkah-langkah tambahan (Plus), seperti menggunakan larvasida (abate), memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan losion antinyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah. Pesan-pesan tersebut diperkuat melalui pemasangan poster dan spanduk edukasi di lingkungan warga.
Pada hari yang sama, kegiatan Grebek PSN juga berlangsung di RW 06 Kelurahan Pekayon mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan difokuskan pada pemeriksaan rumah-rumah warga dan pembersihan lingkungan sebagai upaya mengurangi potensi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Rangkaian kegiatan berlanjut di RW 07 Kelurahan Pekayon selama Agustus 2026. Selain pemeriksaan jentik, kegiatan juga diisi dengan penyampaian edukasi melalui poster dan spanduk mengenai pentingnya penerapan 3M Plus secara konsisten di lingkungan tempat tinggal.
Kader Jumantik menjadi bagian penting dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Pemeriksaan jentik dilakukan pada berbagai tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi, ember, talang air, vas bunga, dan wadah penampungan air lainnya. Kegiatan ini sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin dan tidak hanya pada saat pelaksanaan Grebek PSN.
Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, program MDPP tidak hanya berfokus pada kegiatan pemeriksaan dan sosialisasi, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri sebagai langkah pencegahan penyakit yang berkelanjutan.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu A., S.E., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit yang ditularkan melalui nyamuk sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.
"Yang paling penting bukan hanya kegiatan Grebek PSN-nya, tetapi apa yang dilakukan masyarakat setelah kegiatan selesai. Ketika warga mulai terbiasa memeriksa tempat penampungan air, membersihkan lingkungan, dan menerapkan 3M Plus, di situlah upaya pencegahan benar-benar berjalan," ujar Bambang Pangestu A.
Menurutnya, kader Jumantik bersama unsur masyarakat memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga.
"Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan. Poster dan spanduk menjadi pengingat, pemeriksaan jentik menjadi langkah awal untuk melihat kondisi lingkungan, namun perubahan terbesar terjadi ketika seluruh warga bersama-sama menjaga lingkungannya setiap hari," tambahnya.
Melalui program Grebek PSN MDPP, PMI Kota Jakarta Timur bersama para mitra berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk semakin meningkat. Kolaborasi antara warga, kader Jumantik, tenaga kesehatan, Dasa Wisma, dan unsur kewilayahan diharapkan mampu menjadikan penerapan 3M Plus sebagai bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Karena lingkungan yang sehat bukan hanya tercipta melalui satu kegiatan, melainkan dari kebiasaan baik yang dilakukan secara bersama, berkelanjutan, dan dimulai dari rumah masing-masing.(opi/akbar)