Berita PMI Jakarta Utara Resmikan Lima Sumur Bor untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah
30/08/2026
TAPANULI TENGAH — Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara bersama PMI Kabupaten Tapanuli Tengah meresmikan infrastruktur berupa sumur bor di lima titik desa/kelurahan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Peresmian sumur bor tersebut dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana yang dilakukan PMI Jakarta Utara bersama Iluni UI dan Telkom Indonesia.
Kegiatan turut dihadiri Camat Tukka, Camat Badiri, Lurah Kebun Pisang, Lurah Hutabalang, Desa Pandan, Lurah Sipange, Lurah Aek Horsik, serta masyarakat penerima manfaat.
Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari program pemulihan pascabencana yang dilakukan melalui kerja sama dengan ILUNI UI dan Telkom.
Menurut Rijal, langkah tersebut berawal dari asesmen yang dilakukan PMI terhadap kondisi masyarakat di wilayah Tapanuli Tengah setelah bencana banjir dan longsor.
“Kami bekerja sama dengan ILUNI UI dan Telkom dalam program pemulihan pascabencana yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini dapat berjalan karena sebelumnya kami dari PMI melakukan asesmen. Kami melihat kondisi di daerah Tapanuli Tengah cukup berat dan membutuhkan penanganan,” ujar Rijal.
Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar bagi PMI Jakarta Utara untuk menentukan bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Dari informasi itu, kami dengan tim PMI Jakarta Utara meramu dan menganalisa bahwa memang Tapanuli Tengah layak untuk kawan-kawan PMI dari daerah lain membantu,” katanya.
Bangun Lima Sumur Bor
Rijal mengatakan, PMI Jakarta Utara membangun sumur bor di lima titik di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ia menyadari bahwa bantuan yang diberikan mungkin belum sepenuhnya sebanding dengan besarnya dampak bencana yang dialami masyarakat. Namun, PMI Jakarta Utara berkomitmen memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
“Kadang kita punya tim, dan saya melihat apa yang kita bantu sebenarnya tidak sebesar apa yang dibayangkan dari musibah yang terjadi di sini. Tapi setidaknya kawan-kawan PMI Jakarta Utara, insyaallah, apa yang bisa kita berikan pasti kita berikan,” tuturnya.
Program bantuan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian respons PMI Jakarta Utara di sejumlah wilayah yang terdampak bencana.
Rijal menyebut PMI Jakarta Utara sebelumnya juga melakukan kegiatan kemanusiaan di wilayah Gayo Lues dan Aceh Tengah, termasuk pembangunan sumur bor di sejumlah titik.
Selain itu, PMI Jakarta Utara juga terus memantau situasi bencana di berbagai daerah dan mengirimkan personel untuk membantu penanganan bencana, termasuk ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
PMI Jakarta Utara Tetap Respons Bencana di Daerah Lain
Rijal juga menjelaskan bahwa PMI Jakarta Utara tetap melakukan berbagai upaya kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana yang terjadi di wilayahnya sendiri.
Hal tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran mengenai keterlibatan PMI Jakarta Utara dalam membantu daerah lain ketika Jakarta Utara juga menghadapi situasi bencana.
“Kadang orang bertanya, ‘Ini bagaimana PMI Utara bisa ke sini sementara di daerahnya sendiri lagi ada kebakaran besar?’ Kami sudah mengantisipasi untuk kebutuhan di sana. Dan di NTT kita juga sudah mengirim personel untuk membantu,” jelasnya.
Menurut Rijal, semangat kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Ketika suatu daerah mengalami bencana dan membutuhkan bantuan, PMI diharapkan dapat saling mendukung.
Ia berharap, setelah Tapanuli Tengah pulih dan masyarakat kembali dalam kondisi normal, hubungan kerja sama antarpihak dapat terus dilanjutkan.
“Kalau nanti suatu saat Tapanuli Tengah sudah pulih dan tempat ini sudah sehat, saya mau nanti kalau ada bencana kita bisa sama-sama membantu. Biar kita bisa terlepas dari segala bencana kalau sering membantu orang,” ungkapnya.
Ketua PMI Tapanuli Tengah Apresiasi Bantuan
Ketua PMI Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Mahmud Efendi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI Jakarta Utara atas kontribusinya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 2025 lalu menyebabkan banyak fasilitas masyarakat, termasuk sarana air bersih, mengalami kerusakan.
“Tentunya kita selaku pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengucapkan terima kasih sekali kepada PMI Jakarta Utara yang ikut berkontribusi di Kabupaten Tapanuli Tengah dalam rangka meringankan beban masyarakat kita yang notabene tahun 2025 kemarin tertimpa bencana banjir dan longsor,” kata Efendi.
Menurutnya, kerusakan fasilitas air bersih akibat bencana membuat masyarakat membutuhkan intervensi dan dukungan dari berbagai pihak.
“Banyak fasilitas air kita yang rusak, sehingga memang membutuhkan intervensi daripada seluruh pihak. Ternyata dari Jakarta Utara, PMI Jakarta Utara hadir di Tapanuli Tengah. Kita sangat berterima kasih sekali,” ujarnya.
Warga Sambut Baik Pembangunan Sumur Bor
Bagi masyarakat, keberadaan sumur bor menjadi bantuan yang sangat berarti. Salah satunya dirasakan warga Desa Kebun Pisang, Ibu Istria.
Ia mengatakan kebutuhan terhadap air bersih menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat. Setelah dilakukan komunikasi dengan warga, masyarakat menyepakati lokasi pembangunan sumur bor tersebut.
“Saya sebelumnya memberitahu kepada ibu-ibu di sini, bagaimana kalau kita buat sumur bor di sini. Warga pada setuju, makanya kita tentukan lokasi sumur bornya di sini. Masyarakat sangat membutuhkan air bersih ini,” ungkap Istria.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada PMI Jakarta Utara atas bantuan tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada PMI Jakarta Utara karena telah memberikan sumur bor kepada kami. Masyarakat Desa Kebun Pisang sangat terbantu sekali. Kami sudah tidak kesusahan lagi mendapatkan air bersih dan tidak perlu pergi jauh. Terima kasih,” katanya.
Wujud Nyata Semangat Kemanusiaan
Pembangunan lima sumur bor tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dukungan PMI Jakarta Utara dalam proses pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah.
Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Bagi PMI Jakarta Utara, bantuan kemanusiaan bukan sekadar hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan dasar dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah bencana berlalu.
Semangat kemanusiaan pun terus dijaga: dari Jakarta Utara untuk Tapanuli Tengah, bersama membantu sesama dan memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana.(dayat)
Peresmian sumur bor tersebut dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana yang dilakukan PMI Jakarta Utara bersama Iluni UI dan Telkom Indonesia.
Kegiatan turut dihadiri Camat Tukka, Camat Badiri, Lurah Kebun Pisang, Lurah Hutabalang, Desa Pandan, Lurah Sipange, Lurah Aek Horsik, serta masyarakat penerima manfaat.
Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari program pemulihan pascabencana yang dilakukan melalui kerja sama dengan ILUNI UI dan Telkom.
Menurut Rijal, langkah tersebut berawal dari asesmen yang dilakukan PMI terhadap kondisi masyarakat di wilayah Tapanuli Tengah setelah bencana banjir dan longsor.
“Kami bekerja sama dengan ILUNI UI dan Telkom dalam program pemulihan pascabencana yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini dapat berjalan karena sebelumnya kami dari PMI melakukan asesmen. Kami melihat kondisi di daerah Tapanuli Tengah cukup berat dan membutuhkan penanganan,” ujar Rijal.
Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar bagi PMI Jakarta Utara untuk menentukan bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Dari informasi itu, kami dengan tim PMI Jakarta Utara meramu dan menganalisa bahwa memang Tapanuli Tengah layak untuk kawan-kawan PMI dari daerah lain membantu,” katanya.
Bangun Lima Sumur Bor
Rijal mengatakan, PMI Jakarta Utara membangun sumur bor di lima titik di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ia menyadari bahwa bantuan yang diberikan mungkin belum sepenuhnya sebanding dengan besarnya dampak bencana yang dialami masyarakat. Namun, PMI Jakarta Utara berkomitmen memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
“Kadang kita punya tim, dan saya melihat apa yang kita bantu sebenarnya tidak sebesar apa yang dibayangkan dari musibah yang terjadi di sini. Tapi setidaknya kawan-kawan PMI Jakarta Utara, insyaallah, apa yang bisa kita berikan pasti kita berikan,” tuturnya.
Program bantuan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian respons PMI Jakarta Utara di sejumlah wilayah yang terdampak bencana.
Rijal menyebut PMI Jakarta Utara sebelumnya juga melakukan kegiatan kemanusiaan di wilayah Gayo Lues dan Aceh Tengah, termasuk pembangunan sumur bor di sejumlah titik.
Selain itu, PMI Jakarta Utara juga terus memantau situasi bencana di berbagai daerah dan mengirimkan personel untuk membantu penanganan bencana, termasuk ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
PMI Jakarta Utara Tetap Respons Bencana di Daerah Lain
Rijal juga menjelaskan bahwa PMI Jakarta Utara tetap melakukan berbagai upaya kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana yang terjadi di wilayahnya sendiri.
Hal tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran mengenai keterlibatan PMI Jakarta Utara dalam membantu daerah lain ketika Jakarta Utara juga menghadapi situasi bencana.
“Kadang orang bertanya, ‘Ini bagaimana PMI Utara bisa ke sini sementara di daerahnya sendiri lagi ada kebakaran besar?’ Kami sudah mengantisipasi untuk kebutuhan di sana. Dan di NTT kita juga sudah mengirim personel untuk membantu,” jelasnya.
Menurut Rijal, semangat kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Ketika suatu daerah mengalami bencana dan membutuhkan bantuan, PMI diharapkan dapat saling mendukung.
Ia berharap, setelah Tapanuli Tengah pulih dan masyarakat kembali dalam kondisi normal, hubungan kerja sama antarpihak dapat terus dilanjutkan.
“Kalau nanti suatu saat Tapanuli Tengah sudah pulih dan tempat ini sudah sehat, saya mau nanti kalau ada bencana kita bisa sama-sama membantu. Biar kita bisa terlepas dari segala bencana kalau sering membantu orang,” ungkapnya.
Ketua PMI Tapanuli Tengah Apresiasi Bantuan
Ketua PMI Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Mahmud Efendi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI Jakarta Utara atas kontribusinya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 2025 lalu menyebabkan banyak fasilitas masyarakat, termasuk sarana air bersih, mengalami kerusakan.
“Tentunya kita selaku pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengucapkan terima kasih sekali kepada PMI Jakarta Utara yang ikut berkontribusi di Kabupaten Tapanuli Tengah dalam rangka meringankan beban masyarakat kita yang notabene tahun 2025 kemarin tertimpa bencana banjir dan longsor,” kata Efendi.
Menurutnya, kerusakan fasilitas air bersih akibat bencana membuat masyarakat membutuhkan intervensi dan dukungan dari berbagai pihak.
“Banyak fasilitas air kita yang rusak, sehingga memang membutuhkan intervensi daripada seluruh pihak. Ternyata dari Jakarta Utara, PMI Jakarta Utara hadir di Tapanuli Tengah. Kita sangat berterima kasih sekali,” ujarnya.
Warga Sambut Baik Pembangunan Sumur Bor
Bagi masyarakat, keberadaan sumur bor menjadi bantuan yang sangat berarti. Salah satunya dirasakan warga Desa Kebun Pisang, Ibu Istria.
Ia mengatakan kebutuhan terhadap air bersih menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat. Setelah dilakukan komunikasi dengan warga, masyarakat menyepakati lokasi pembangunan sumur bor tersebut.
“Saya sebelumnya memberitahu kepada ibu-ibu di sini, bagaimana kalau kita buat sumur bor di sini. Warga pada setuju, makanya kita tentukan lokasi sumur bornya di sini. Masyarakat sangat membutuhkan air bersih ini,” ungkap Istria.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada PMI Jakarta Utara atas bantuan tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada PMI Jakarta Utara karena telah memberikan sumur bor kepada kami. Masyarakat Desa Kebun Pisang sangat terbantu sekali. Kami sudah tidak kesusahan lagi mendapatkan air bersih dan tidak perlu pergi jauh. Terima kasih,” katanya.
Wujud Nyata Semangat Kemanusiaan
Pembangunan lima sumur bor tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dukungan PMI Jakarta Utara dalam proses pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah.
Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Bagi PMI Jakarta Utara, bantuan kemanusiaan bukan sekadar hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan dasar dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah bencana berlalu.
Semangat kemanusiaan pun terus dijaga: dari Jakarta Utara untuk Tapanuli Tengah, bersama membantu sesama dan memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana.(dayat)