Berita Kolaborasi PMI dan Polairud, 20 Personel Dilatih Hadapi Situasi Darurat dan Selamatkan Nyawa
01/09/2026
SEMPER — Sebanyak 20 personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolair/Polairud) Polda Metro Jaya mengikuti Training Emergency First Response (EFR) yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman saat menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.
Kegiatan Training Emergency First Response tersebut berlangsung di Aula Markas PMI Kota Jakarta Utara, Selasa (1/9/2026). Pelatihan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan personel Polairud Polda Metro Jaya yang memiliki tugas operasional di wilayah perairan dengan berbagai potensi risiko kedaruratan.
Situasi seperti kecelakaan kapal, kecelakaan kerja, korban tenggelam, hingga kondisi medis darurat membutuhkan respons cepat sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut. Karena itu, kemampuan pertolongan pertama menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki personel yang bertugas di lapangan.
Pelatihan EFR ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi PMI Kota Jakarta Utara dan Ditpolairud Polda Metro Jaya dalam meningkatkan kompetensi personel yang berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam kegiatan patroli, pengamanan, pencarian dan pertolongan (SAR), penegakan hukum, serta pelayanan di wilayah perairan.
Kegiatan dibuka Wakil Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Hendra Darmawan, dan dihadiri Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan PMI Kota Jakarta Utara, Heri Chairul, jajaran PMI Jakarta Utara, para instruktur, serta perwakilan Ditpolairud Polda Metro Jaya.
Dalam arahannya, Hendra Darmawan menegaskan pentingnya pelatihan Emergency First Response untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pertolongan pertama.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti materi secara serius dan aktif selama pelatihan sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan darurat di lapangan.
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan menyimak instruksi dari para pelatih. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan di lapangan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menyelamatkan banyak jiwa,” ujar Hendra.
Sementara itu, Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabag Bin Opsnal) Ditpolairud Polda Metro Jaya, AKBP Edy Guritno, S.H., yang hadir mewakili Direktur Polairud Polda Metro Jaya, mengatakan kemampuan Emergency First Response merupakan kompetensi penting bagi personel yang menjalankan tugas operasional di wilayah perairan .
Menurut Edy, personel Polairud tidak hanya membutuhkan kemampuan kepolisian dan operasional, tetapi juga harus mampu melakukan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan terukur ketika menemukan korban atau menghadapi kondisi kedaruratan.
“Kemampuan FR bukan sekadar pengetahuan tambahan, tetapi merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai dan dimiliki oleh setiap personel yang bertugas di lapangan, khususnya personel yang melaksanakan patroli pengamanan, SAR, penegakan hukum, serta pelayanan masyarakat di wilayah perairan,” ungkap Edy.
Ia menekankan, peserta tidak cukup hanya memahami teori pertolongan pertama. Keterampilan tersebut harus terus dilatih agar dapat dilakukan secara otomatis dan tepat ketika menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.
Prinsip cepat dalam bertindak, tepat dalam memberikan pertolongan, dan aman dalam melaksanakan tindakan menjadi salah satu fokus dalam Training Emergency First Response tersebut.
Menurut Edy, pembatasan jumlah peserta menjadi 20 personel dilakukan untuk menjaga kualitas pelatihan. Para peserta diharapkan tidak hanya menguasai materi untuk kebutuhan tugas masing-masing, tetapi juga mampu membagikan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada personel Polairud lainnya.
“Yang diutamakan bukan kuantitas, tetapi kualitas. Kami berharap 20 orang ini nantinya dapat menularkan kemampuan yang dimiliki kepada rekan-rekan lainnya. Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta hari ini, tetapi dapat berkembang di lingkungan kerja,” jelasnya.
Kolaborasi PMI Jakarta Utara dan Polairud Polda Metro Jaya dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Kompetensi operasional personel Polairud di wilayah perairan dapat diperkuat dengan kemampuan pertolongan pertama dan respons kegawatdaruratan dari PMI.
Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan personel ketika menghadapi masyarakat yang membutuhkan pertolongan, terutama dalam kondisi yang membutuhkan tindakan awal sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan PMI Kota Jakarta Utara, Heri Chairul, berharap kerja sama dengan Ditpolairud Polda Metro Jaya dapat terus berlanjut dan dikembangkan pada masa mendatang
Menurutnya, peningkatan kapasitas pertolongan pertama bagi personel yang memiliki tugas pelayanan publik merupakan langkah penting untuk memperluas kemampuan respons masyarakat terhadap kondisi kedaruratan.
Training Emergency First Response bagi 20 personel Polairud Polda Metro Jaya juga menjadi bagian dari komitmen PMI Kota Jakarta Utara dalam memperluas edukasi dan pelatihan pertolongan pertama kepada berbagai unsur masyarakat serta instansi.
Dengan meningkatnya kemampuan personel dalam memberikan pertolongan pertama, respons terhadap kondisi darurat di wilayah perairan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan aman. Langkah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara PMI dan Polairud Polda Metro Jaya dalam upaya melindungi, menolong, dan menyelamatkan masyarakat.(dayat)
Kegiatan Training Emergency First Response tersebut berlangsung di Aula Markas PMI Kota Jakarta Utara, Selasa (1/9/2026). Pelatihan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan personel Polairud Polda Metro Jaya yang memiliki tugas operasional di wilayah perairan dengan berbagai potensi risiko kedaruratan.
Situasi seperti kecelakaan kapal, kecelakaan kerja, korban tenggelam, hingga kondisi medis darurat membutuhkan respons cepat sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut. Karena itu, kemampuan pertolongan pertama menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki personel yang bertugas di lapangan.
Pelatihan EFR ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi PMI Kota Jakarta Utara dan Ditpolairud Polda Metro Jaya dalam meningkatkan kompetensi personel yang berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam kegiatan patroli, pengamanan, pencarian dan pertolongan (SAR), penegakan hukum, serta pelayanan di wilayah perairan.
Kegiatan dibuka Wakil Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Hendra Darmawan, dan dihadiri Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan PMI Kota Jakarta Utara, Heri Chairul, jajaran PMI Jakarta Utara, para instruktur, serta perwakilan Ditpolairud Polda Metro Jaya.
Dalam arahannya, Hendra Darmawan menegaskan pentingnya pelatihan Emergency First Response untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pertolongan pertama.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti materi secara serius dan aktif selama pelatihan sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan darurat di lapangan.
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan menyimak instruksi dari para pelatih. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan di lapangan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menyelamatkan banyak jiwa,” ujar Hendra.
Sementara itu, Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabag Bin Opsnal) Ditpolairud Polda Metro Jaya, AKBP Edy Guritno, S.H., yang hadir mewakili Direktur Polairud Polda Metro Jaya, mengatakan kemampuan Emergency First Response merupakan kompetensi penting bagi personel yang menjalankan tugas operasional di wilayah perairan .
Menurut Edy, personel Polairud tidak hanya membutuhkan kemampuan kepolisian dan operasional, tetapi juga harus mampu melakukan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan terukur ketika menemukan korban atau menghadapi kondisi kedaruratan.
“Kemampuan FR bukan sekadar pengetahuan tambahan, tetapi merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai dan dimiliki oleh setiap personel yang bertugas di lapangan, khususnya personel yang melaksanakan patroli pengamanan, SAR, penegakan hukum, serta pelayanan masyarakat di wilayah perairan,” ungkap Edy.
Ia menekankan, peserta tidak cukup hanya memahami teori pertolongan pertama. Keterampilan tersebut harus terus dilatih agar dapat dilakukan secara otomatis dan tepat ketika menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.
Prinsip cepat dalam bertindak, tepat dalam memberikan pertolongan, dan aman dalam melaksanakan tindakan menjadi salah satu fokus dalam Training Emergency First Response tersebut.
Menurut Edy, pembatasan jumlah peserta menjadi 20 personel dilakukan untuk menjaga kualitas pelatihan. Para peserta diharapkan tidak hanya menguasai materi untuk kebutuhan tugas masing-masing, tetapi juga mampu membagikan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada personel Polairud lainnya.
“Yang diutamakan bukan kuantitas, tetapi kualitas. Kami berharap 20 orang ini nantinya dapat menularkan kemampuan yang dimiliki kepada rekan-rekan lainnya. Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta hari ini, tetapi dapat berkembang di lingkungan kerja,” jelasnya.
Kolaborasi PMI Jakarta Utara dan Polairud Polda Metro Jaya dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Kompetensi operasional personel Polairud di wilayah perairan dapat diperkuat dengan kemampuan pertolongan pertama dan respons kegawatdaruratan dari PMI.
Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan personel ketika menghadapi masyarakat yang membutuhkan pertolongan, terutama dalam kondisi yang membutuhkan tindakan awal sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan PMI Kota Jakarta Utara, Heri Chairul, berharap kerja sama dengan Ditpolairud Polda Metro Jaya dapat terus berlanjut dan dikembangkan pada masa mendatang
Menurutnya, peningkatan kapasitas pertolongan pertama bagi personel yang memiliki tugas pelayanan publik merupakan langkah penting untuk memperluas kemampuan respons masyarakat terhadap kondisi kedaruratan.
Training Emergency First Response bagi 20 personel Polairud Polda Metro Jaya juga menjadi bagian dari komitmen PMI Kota Jakarta Utara dalam memperluas edukasi dan pelatihan pertolongan pertama kepada berbagai unsur masyarakat serta instansi.
Dengan meningkatnya kemampuan personel dalam memberikan pertolongan pertama, respons terhadap kondisi darurat di wilayah perairan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan aman. Langkah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara PMI dan Polairud Polda Metro Jaya dalam upaya melindungi, menolong, dan menyelamatkan masyarakat.(dayat)