Berita Bulan Dana PMI Jaktim Diluncurkan, Donasi Dari Masyarakat Untuk Kemanusiaan
02/09/2026
JAKARTA – Kepedulian masyarakat menjadi kekuatan utama PMI dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan. Semangat tersebut kembali digaungkan melalui peluncuran Bulan Dana PMI Jakarta Timur Tahun 2026 yang diharapkan mampu menghimpun dukungan masyarakat untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan, mulai dari penanganan bencana, pelayanan darah, pertolongan pertama, hingga berbagai program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pada kesempatan ini, Bulan Dana PMI Kota Jakarta Timur diluncurkan oleh Walikota Adminitrsasi Jakarta Tiimur, Munjirin di Ballrom Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jalan Pulomas Timur, Pulo Gadung – Jakarta Timur. Selasa (1/9).
Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan bahwa Bulan Dana PMI merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Untuk tahun 2026, pelaksanaan Bulan Dana PMI di Jakarta Timur diawali dengan pembagian target dan dilanjutkan dengan peluncuran secara resmi.
“Mudah-mudahan target yang telah ditetapkan PMI Jakarta Timur dapat kembali tercapai seperti tahun sebelumnya. Tahun lalu, kita berhasil mengumpulkan 112 persen dari target. Tahun ini, mudah-mudahan capaian tersebut dapat kembali diraih,” kata Munjirin.
Menurutnya, manfaat dari hasil Bulan Dana PMI telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik di Jakarta maupun di berbagai daerah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut antara lain disalurkan untuk penanganan bencana di Sumatera dan Aceh, serta berbagai program pemulihan masyarakat seperti bedah rumah dan pembuatan biogas.
“Harapannya, masyarakat semakin mau untuk ikut berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian rezekinya melalui Bulan Dana PMI. Dana yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat, khususnya di Jakarta Timur,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, mengatakan bahwa Bulan Dana PMI tingkat Jakarta Timur telah resmi diluncurkan dengan target yang menjadi salah satu yang terbesar di Provinsi DKI Jakarta.
“Tentu saja kami dari Provinsi mengucapkan selamat atas target yang telah ditetapkan. Insyaallah saya yakin target tersebut dapat tercapai. Dengan demikian, aktivitas PMI khususnya di Jakarta Timur dapat berjalan lebih optimal,” kata Beky Mardani.
Ia menjelaskan, bahwa PMI memiliki berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari penanggulangan bencana, pelayanan dan penyediaan darah, pelatihan relawan, peningkatan keterampilan dalam penanggulangan bencana dan pertolongan pertama, hingga pelayanan kesehatan.
Menurutnya, capaian Bulan Dana PMI Jakarta Timur yang cukup besar memungkinkan PMI untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan mendukung program Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.
“Seperti yang tadi disampaikan, ada pembangunan WC komunal dan program penanganan stunting. Memang secara tugas, hal tersebut bukan merupakan tugas utama PMI, namun karena menyangkut manfaat bagi masyarakat dan merupakan bagian dari pertanggungjawaban PMI maka kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilakukan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya pelatihan bagi Tenaga Sukarela (TSR), termasuk bagi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) agar memiliki keterampilan pertolongan pertama ketika menghadapi kecelakaan kerja maupun situasi darurat di lapangan.
“Ini sangat penting agar mereka yang menjadi petugas lapangan memiliki keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama. Minimal mereka dapat membantu dirinya sendiri dan teman-temannya ketika terjadi kecelakaan kerja,” imbuhnya.
Beky Mardani mendorong agar pelatihan serupa dapat dilakukan di seluruh wilayah Jakarta. Menurutnya, para petugas lapangan, termasuk PPSU atau yang dikenal dengan berbagai sebutan seperti pasukan oren, hijau, maupun putih, perlu dibekali keterampilan pertolongan pertama sehingga dapat memberikan bantuan ketika menghadapi kondisi darurat, baik kepada sesama petugas maupun masyarakat.
Lebih lanjut, Beky menegaskan bahwa semakin besar target Bulan Dana PMI, maka semakin besar pula tanggung jawab sosial dan moral yang harus dijalankan. Karena itu, berbagai aktivitas dan pemanfaatan dana PMI perlu terus dikampanyekan kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Ia menambahkan, hasil pelaksanaan Bulan Dana PMI nantinya akan diaudit oleh akuntan publik sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana.
“Momentum Bulan Dana PMI ini juga menjadi media bagi kita untuk membangun rasa solidaritas sosial, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama. Sesama yang dimaksud bukan hanya warga Jakarta Timur, tetapi juga saudara-saudara kita yang berada di NTT maupun Sumatera. Selama ini kita sudah membuktikan dan kita membantu mereka,” tambahnya.(b26)
Pada kesempatan ini, Bulan Dana PMI Kota Jakarta Timur diluncurkan oleh Walikota Adminitrsasi Jakarta Tiimur, Munjirin di Ballrom Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jalan Pulomas Timur, Pulo Gadung – Jakarta Timur. Selasa (1/9).
Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan bahwa Bulan Dana PMI merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Untuk tahun 2026, pelaksanaan Bulan Dana PMI di Jakarta Timur diawali dengan pembagian target dan dilanjutkan dengan peluncuran secara resmi.
“Mudah-mudahan target yang telah ditetapkan PMI Jakarta Timur dapat kembali tercapai seperti tahun sebelumnya. Tahun lalu, kita berhasil mengumpulkan 112 persen dari target. Tahun ini, mudah-mudahan capaian tersebut dapat kembali diraih,” kata Munjirin.
Menurutnya, manfaat dari hasil Bulan Dana PMI telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik di Jakarta maupun di berbagai daerah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut antara lain disalurkan untuk penanganan bencana di Sumatera dan Aceh, serta berbagai program pemulihan masyarakat seperti bedah rumah dan pembuatan biogas.
“Harapannya, masyarakat semakin mau untuk ikut berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian rezekinya melalui Bulan Dana PMI. Dana yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat, khususnya di Jakarta Timur,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, mengatakan bahwa Bulan Dana PMI tingkat Jakarta Timur telah resmi diluncurkan dengan target yang menjadi salah satu yang terbesar di Provinsi DKI Jakarta.
“Tentu saja kami dari Provinsi mengucapkan selamat atas target yang telah ditetapkan. Insyaallah saya yakin target tersebut dapat tercapai. Dengan demikian, aktivitas PMI khususnya di Jakarta Timur dapat berjalan lebih optimal,” kata Beky Mardani.
Ia menjelaskan, bahwa PMI memiliki berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari penanggulangan bencana, pelayanan dan penyediaan darah, pelatihan relawan, peningkatan keterampilan dalam penanggulangan bencana dan pertolongan pertama, hingga pelayanan kesehatan.
Menurutnya, capaian Bulan Dana PMI Jakarta Timur yang cukup besar memungkinkan PMI untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan mendukung program Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.
“Seperti yang tadi disampaikan, ada pembangunan WC komunal dan program penanganan stunting. Memang secara tugas, hal tersebut bukan merupakan tugas utama PMI, namun karena menyangkut manfaat bagi masyarakat dan merupakan bagian dari pertanggungjawaban PMI maka kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilakukan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya pelatihan bagi Tenaga Sukarela (TSR), termasuk bagi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) agar memiliki keterampilan pertolongan pertama ketika menghadapi kecelakaan kerja maupun situasi darurat di lapangan.
“Ini sangat penting agar mereka yang menjadi petugas lapangan memiliki keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama. Minimal mereka dapat membantu dirinya sendiri dan teman-temannya ketika terjadi kecelakaan kerja,” imbuhnya.
Beky Mardani mendorong agar pelatihan serupa dapat dilakukan di seluruh wilayah Jakarta. Menurutnya, para petugas lapangan, termasuk PPSU atau yang dikenal dengan berbagai sebutan seperti pasukan oren, hijau, maupun putih, perlu dibekali keterampilan pertolongan pertama sehingga dapat memberikan bantuan ketika menghadapi kondisi darurat, baik kepada sesama petugas maupun masyarakat.
Lebih lanjut, Beky menegaskan bahwa semakin besar target Bulan Dana PMI, maka semakin besar pula tanggung jawab sosial dan moral yang harus dijalankan. Karena itu, berbagai aktivitas dan pemanfaatan dana PMI perlu terus dikampanyekan kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Ia menambahkan, hasil pelaksanaan Bulan Dana PMI nantinya akan diaudit oleh akuntan publik sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana.
“Momentum Bulan Dana PMI ini juga menjadi media bagi kita untuk membangun rasa solidaritas sosial, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama. Sesama yang dimaksud bukan hanya warga Jakarta Timur, tetapi juga saudara-saudara kita yang berada di NTT maupun Sumatera. Selama ini kita sudah membuktikan dan kita membantu mereka,” tambahnya.(b26)