Berita Pelatihan Emergency First Response PMI Jakarta Utara dan Polairud Polda Metro Jaya Resmi Ditutup
07/09/2026
Jakarta Utara — Pelatihan peningkatan kompetensi Intermediate First Responder (IFR) dan Rescue Diver Emergency First Response bagi personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya resmi ditutup setelah berlangsung selama empat hari dari tanggal 1 sampai 4 September 2026.
Pelatihan yang digelar melalui kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara dan Ditpolairud Polda Metro Jaya tersebut membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama, menangani korban, melakukan evakuasi, serta menghadapi situasi kegawatdaruratan, khususnya di wilayah perairan.
Penutupan pelatihan menjadi momentum bagi para peserta untuk mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti rangkaian teori, praktik, evaluasi, hingga simulasi.
Wakil Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, *Hendra Dermawan* , mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Polairud Polda Metro Jaya. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas.
“Pelatihan ini menjadi bekal bagi para peserta. Ilmu yang telah diberikan para instruktur selanjutnya tinggal diaplikasikan kepada masyarakat dan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Hendra, Jum'at (4/9/2026)
Hendra juga mendorong peserta untuk terus mengembangkan pengetahuan yang diperoleh serta membagikannya kepada personel lain.
Peserta Didorong Menjadi Trainer
Perwakilan Polairud Polda Metro Jaya, *Hendrik* , menyampaikan apresiasi terhadap PMI Jakarta Utara yang telah memberikan pelatihan kepada personel Polairud.
Ia berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Menurutnya, peserta yang telah mengikuti pelatihan juga diharapkan mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilannya kepada personel lain.
“Setelah pelatihan ini, diharapkan rekan-rekan menjadi trainer untuk rekan-rekan atau adik-adiknya yang belum pernah mengikuti latihan,” ujar Hendrik.
Hendrik menilai pelatihan bersama PMI melengkapi kemampuan personel Polairud dalam memberikan pertolongan kepada korban secara aman dan tepat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung penanganan korban tenggelam dan berbagai kondisi darurat lainnya di wilayah perairan. Empat Hari Diisi Teori, Praktik dan Simulasi
Fasilitator pelatihan, *Sarjono* , menjelaskan bahwa rangkaian pelatihan berlangsung selama empat hari dengan materi teori dan praktik, penanganan korban di air, evaluasi, serta simulasi.
Pada hari pertama dan kedua, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik. Rangkaian berikutnya dilanjutkan dengan praktik penanganan korban di air di Pantai Marina Ancol. Pada hari keempat,
peserta menjalani evaluasi dan simulasi gempa yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penutupan pelatihan. “Peserta cukup antusias dan memahami alur-alur evakuasi serta penanganan korban dengan baik dan maksimal,” kata Sarjono.
Ia berharap kemampuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan ketika menghadapi kecelakaan, bencana, maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya.
Peserta Rasakan Manfaat Pelatihan
Salah satu peserta, *Brigadier Deni Prasetyo* , anggota Ditpolairud Polda Metro Jaya, mengaku mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru setelah mengikuti pelatihan.
Deni mengatakan sebelumnya belum pernah menangani korban kecelakaan dan sempat kebingungan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Sebelumnya saya belum pernah menangani korban kecelakaan dan sempat bingung apa yang harus dilakukan. Setelah mengikuti pelatihan di PMI Jakarta Utara, alhamdulillah ilmu yang didapat bisa saya terapkan saat membantu korban patah tulang dan ibu yang mengalami sesak napas di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Deni.
Menurutnya, pelatihan di PMI Jakarta Utara memberikan bekal yang lebih luas dalam penanganan korban dan dapat diterapkan dalam situasi darurat saat menjalankan tugas. Penutupan Jadi Awal Kolaborasi Berkelanjutan
Dalam amanat Direktur Polairud Polda Metro Jaya yang dibacakan pada acara penutupan, disampaikan apresiasi kepada PMI Jakarta Utara dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya pelatihan.
Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari serta membantu meminimalkan risiko korban jiwa ketika terjadi kecelakaan maupun bencana.
Penutupan pelatihan juga diharapkan menjadi awal bagi penguatan kolaborasi antara PMI Jakarta Utara dan Polairud Polda Metro Jaya. Program peningkatan kapasitas serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan.
Dengan berakhirnya pelatihan, para personel diharapkan semakin siap, terampil, dan responsif dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.(dayat)
Pelatihan yang digelar melalui kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara dan Ditpolairud Polda Metro Jaya tersebut membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama, menangani korban, melakukan evakuasi, serta menghadapi situasi kegawatdaruratan, khususnya di wilayah perairan.
Penutupan pelatihan menjadi momentum bagi para peserta untuk mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti rangkaian teori, praktik, evaluasi, hingga simulasi.
Wakil Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, *Hendra Dermawan* , mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Polairud Polda Metro Jaya. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas.
“Pelatihan ini menjadi bekal bagi para peserta. Ilmu yang telah diberikan para instruktur selanjutnya tinggal diaplikasikan kepada masyarakat dan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Hendra, Jum'at (4/9/2026)
Hendra juga mendorong peserta untuk terus mengembangkan pengetahuan yang diperoleh serta membagikannya kepada personel lain.
Peserta Didorong Menjadi Trainer
Perwakilan Polairud Polda Metro Jaya, *Hendrik* , menyampaikan apresiasi terhadap PMI Jakarta Utara yang telah memberikan pelatihan kepada personel Polairud.
Ia berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Menurutnya, peserta yang telah mengikuti pelatihan juga diharapkan mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilannya kepada personel lain.
“Setelah pelatihan ini, diharapkan rekan-rekan menjadi trainer untuk rekan-rekan atau adik-adiknya yang belum pernah mengikuti latihan,” ujar Hendrik.
Hendrik menilai pelatihan bersama PMI melengkapi kemampuan personel Polairud dalam memberikan pertolongan kepada korban secara aman dan tepat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung penanganan korban tenggelam dan berbagai kondisi darurat lainnya di wilayah perairan. Empat Hari Diisi Teori, Praktik dan Simulasi
Fasilitator pelatihan, *Sarjono* , menjelaskan bahwa rangkaian pelatihan berlangsung selama empat hari dengan materi teori dan praktik, penanganan korban di air, evaluasi, serta simulasi.
Pada hari pertama dan kedua, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik. Rangkaian berikutnya dilanjutkan dengan praktik penanganan korban di air di Pantai Marina Ancol. Pada hari keempat,
peserta menjalani evaluasi dan simulasi gempa yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penutupan pelatihan. “Peserta cukup antusias dan memahami alur-alur evakuasi serta penanganan korban dengan baik dan maksimal,” kata Sarjono.
Ia berharap kemampuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan ketika menghadapi kecelakaan, bencana, maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya.
Peserta Rasakan Manfaat Pelatihan
Salah satu peserta, *Brigadier Deni Prasetyo* , anggota Ditpolairud Polda Metro Jaya, mengaku mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru setelah mengikuti pelatihan.
Deni mengatakan sebelumnya belum pernah menangani korban kecelakaan dan sempat kebingungan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Sebelumnya saya belum pernah menangani korban kecelakaan dan sempat bingung apa yang harus dilakukan. Setelah mengikuti pelatihan di PMI Jakarta Utara, alhamdulillah ilmu yang didapat bisa saya terapkan saat membantu korban patah tulang dan ibu yang mengalami sesak napas di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Deni.
Menurutnya, pelatihan di PMI Jakarta Utara memberikan bekal yang lebih luas dalam penanganan korban dan dapat diterapkan dalam situasi darurat saat menjalankan tugas. Penutupan Jadi Awal Kolaborasi Berkelanjutan
Dalam amanat Direktur Polairud Polda Metro Jaya yang dibacakan pada acara penutupan, disampaikan apresiasi kepada PMI Jakarta Utara dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya pelatihan.
Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari serta membantu meminimalkan risiko korban jiwa ketika terjadi kecelakaan maupun bencana.
Penutupan pelatihan juga diharapkan menjadi awal bagi penguatan kolaborasi antara PMI Jakarta Utara dan Polairud Polda Metro Jaya. Program peningkatan kapasitas serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan.
Dengan berakhirnya pelatihan, para personel diharapkan semakin siap, terampil, dan responsif dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.(dayat)